Yang namanya explore tentunya harus buka2an, apa adanya dan tidak ada yg
ditutup-tutupi. Jadi maaf aja kalau artikel ini kurang berkenan di hati
orang2 tertentu.
ZTO CSS3 Tooltip
putuskan untuk menggunakan perahu Ropik yg berlokasi di Desa Tanjung
Pakis. Menurut Ropik sedang musim jenaha, cuaca cukup bagus. Ga peduli
dengan musim ikan apa disana, yg penting rencana explore tetap
terlaksana. Salut buat om Dennis dan Om Risandy yang maju terus pantang
mundur, walaupun mobil mereka bukan diperuntukkan medan berat. Sama
sekali tidak cucok karena mobil begitu ceper dan mudah sekali nyangkut
kalau tidak pelan2 dan hati2 dijalan yg rusak.
Team Explore Desa Tanjung Pakis
Om Dedy, Ekman (Kaos Fishy), Dennis (Kaos Kami), Risandi dam Edwin (Kacamata)
Beberapa pertanyaan ttg rute perjalanan menuju Ds Tj Pakis selalu tidak
dijawab oleh Ropik, sy curiga... pasti rute yg akan ditempuh cukup jauh
dan jalan rusak. Dugaan tersebut ternyata benar sekali, karena hampir
10km terakhir, jalanan menuju lokasi tersebut benar2 rusak parah.
Tampaknya sama sekali tidak terjamah oleh pemerintah Daerah Kerawang.
Sungguh amat sangat disayangkan, potensi bagus di Tanjung Pakis tidak
terjamah, jika hujan tentunya akan banyak mobil yg terperosok dijalur
sana.
Dengan menggunakan mobil kecil (swift) milik Dennis, yg start dari
Pdgede-Ujung Aspal jam 10 malam dan baru tiba dilokasi jam 3.30 pagi.
perjalanan kami hanya terhenti selama 1,5 jam untuk membeli akomodasi
dan cumi sbg tambahan umpan. Di Rest area kami bertemu dengan om Risandi
(temannya Dennis) yg memang sudah janjian bertemu di rest area.
Kami keluar dari Pintu Tol Kerawang Timur menuju Rengas Dengklok dan
berhenti di pasar yg cukup besar dengan aktifitas pasar berlangsung
malam hari. Setelah berbelanja keperluan seadanya, kami meneruskan
perjalanan. Dari pasar tersebut kami belok kekiri dan terusss...
terusss... teruss... terasa perjalanan tidak sampai2. Jalanan yg cukup
sempit dan kurang nyaman dilewati oleh mobil berukuran kecil. di 10 km
terakhir atau bahkan lebih mulailah kami bertemu dengan jalan yg rusak,
awalnya jalan masih bisa dipilih oleh Dennis. Tapi semakin masuk, maka
semakin rusak juga jalan yg kami tempuh. Dennis terpaksa harus
memperlambat laju mobilnya, supaya tidak mentok dengan bagian bawah
mobil.
Begitu ketemu dg gerbang Wisata Pantai Desa tanjung Pakis, jalanan
bukannya lebih baik tapi malah lebih hancur. Sama sekali tidak ada
aspal, benar2 tidak ada pilihan jalan tapi alhamdulillah hari itu begitu
cerah, tanah begitu kering. Tak terbayangkan kalau jalan separah itu
diguyur hujan.
Cukup jauh lokasi bersandarnya kapal dengan pintu gerbang wisata. Walau
akhirnya kami sampai juga, dan gak pake lama Ropik segera keluar karena
sebelumnya mmg sudah telpon beberapa kali sebelum kami tiba dilokasi.
Setelah sampai, kami sempatkan untuk makan nasi uduk yg sengaja di beli
didalam perjalanan. Setelah makan kami langsung loading barang keatas
perahu ropik. Ternyata masih ada saja yg tertinggal.... saya lupa
membeli minuman untuk diatas perahu selama mancing, yg sy beli hanya
coca-cola 1 botol. Aqua yg biasanya sy beli 1 dus benar2 terlupakan,
snack juga lupa sy beli..... benar2 stress shg banyak keperluan
akomodasi yg terlupa.